Seragam Sekolah 

Click here to edit subtitle

Seragam Sekolah | Seragam Sekolah Murah | Baju Seragam Sekolah | Jual Seragam Sekolah | Bbm 29E26136 HP 081323739973

Seragam Sekolah SD SMP SMA dan Pramuka, Murah Bbm 29E26136 HP 081323739973

Seragam Sekolah

Seragam sekolah adalah baju yang digunakan oleh siswa-siswi suatu sekolah atau lembaga pendidikan tertentu sebagai lambang atau identitas dari suatu sekolah. Adanya trend kekebasan yang berkiblat dari belahan dunia barat, menimbulkan adanya pro dan kontra terhadap pemakaian baju seragam sekolah ini, maklum kalau tidak sesuai dengan trend barat kata anak sekarang ketinggalan jaman. Padahal di negara-negara barat pun baju seragam sekolah masih menjadi ketetapan yang dikeluarkan oleh negaranya. Tapi ternyata ada perbedaan baju seragam sekolah di Indonesia dengan negara-negara Eropa misalnya, rata-rata di negara Eropa seragamnya memakai jas jadi kelihatan beda jauh :) dibandingkan baju seragam sekolah di Indonesia. Dan jika saya bandingkan dengan negara Asia contoh Negara Jepang juga berbeda, mereka disana untuk siswa memakai jas dan untuk siswi memakai baju seragam sekolah ala sailor.

Saya akan menceritakan dulu baju seragam sekolah negara Jepang untuk studi perbandingan dengan Negara Indonesia. Ada yang bertanya mengapa baju seragam sekolah negara jepang seperti pelaut, ini informasinya , dulu ada pertanyaan tentang seragam anak sekolah di Jepang yang mirip dengan seragam pelaut. Saya coba tanya ke teman-teman Jepang, kenapa seragam anak sekolah di Jepang mirip seragam pelaut dan mereka rada mengerenyit aneh dengan pertanyaan saya. Beberapa hari yang lalu ketika menginap di rumah seorang teman di Tsukuba Daigaku, saya mendapat sedikit penjelasan darinya. Saya coba search di wikipedia tentang ????(se-ra fuku), seragam sailor. Dan lumayan dijelaskan baik dalam edisi bahasa Inggris-nya apalagi yang berbahasa Jepang.

Pakaian ala sailor merupakan ide seorang kepala sekolah Fukuoka jo gakuin, Ibu Elizabeth Lee.Waktu itu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika berolahraga. Maka bu kepsek teringat dengan model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju sailor. Tahun 1918, bu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota Toyokichi (????)untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Setelah jadi, baju sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka bu Elizabeth menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim sekarang. Itu ceritanya tentang mengapa Baju Seragam Sekolah di Jepang seperti pelaut.

Asal kata untuk masing-masing kata baju seragam sekolah penjelasannya di bawah ini, Baju adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan baju  untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, baju juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis baju tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Baju juga meningkatkan keamanan selama kegiatan berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Baju juga memberikan penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman.

Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam pegawai negeri sipil di Indonesia.Saat ini banyak pegawai - pegawai restauran dan pedagang kaki lima juga menggunakan seragam kerja kantor. Sehingga banyak konveksi - konveksi di Bandung, produksi seragam tersebut.

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.jadi kalau di rangkaikan kata-kata tadi pengertian daru baju seragam sekolah jadi seperti diawal paragraf.

Pentingnya baju seragam sekolah bagi siswa-siswi di suatu sekolah. Hal ini menjadi penting sekali keberadaanya karena ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi mereka, dengan memakai baju seragam sekolah ini mereka harus berhati-hati dalam bertindak. BERITA penghapusan seragam sekolah menimbulkan pro-kontra di kalangan publik. Dikabarkan, Menteri Pendidikan Nasional ( Mendiknas ) Bambang Sudibyo berencana menghapus baju seragam sekolah (Suara Merdeka, 5 November 2004). Berkaitan dengan hal tersebut, tidak mengherankan bila terjadi pro dan kontra, terlebih di kalangan praktisi pendidikan. Pejabat pemerintahan yang lain pun ikut menyayangkan rencana penghapusan itu. Oleh karenanya, dipandang perlu Mendiknas mempertimbangkan terlebih dahulu rencana penghapusan baju seragam sekolah, sebelum menjadi suatu kebijakan.
Penulis sebagai orang tua siswa yang juga sebagai guru, sangat menyayangkan rencana penghapusan baju seragam sekolah. Sebab, baju seragam sekolah mempunyai banyak fungsi dan manfaat, antara lain ;

1. Identitas suatu sekolah sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
2. Menciptakan kedisiplinan siswa. Dengan pemakaian baju seragam sekolah yang ditentukan berdasarkan hari dalam tiap minggunya, dapat menciptakan perasaan dan semangat disiplin, misalnya pada hari Senin sampai dengan hari Kamis siswa berseragam sekolah, hari Jumat dan Sabtu memakai seragam pramuka, dan setiap olahraga memakai pakaian seragam olahraga.
3. Membentuk kerapian. Saat pelaksanaan upacara bendera, akan tampak jelas, dengan baju seragam sekolah membuat kerapian dalam barisan.
4. Menampakkan keindahan. Dari kerapian, akan memunculkan keindahan yang enak dipandang.
5. Kebanggaan orang tua. Melihat anak-anaknya berangkat ke sekolah dengan baju seragam sekolah sesuai jenjang pendidikan masing-masing, orang tua merasa bangga.
6. Tercipta rasa persatuan dan kesatuan di antara para siswa.
7. Memperlihatkan perbedaan jenjang pendidikan. Sekolah Dasar berseragam putih merah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama berseragam putih biru, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas berseragam putih abu-abu, sehingga dengan mudah dibedakan mana siswa Sekolah Dasar, mana siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan mana siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
8. Memudahkan pemantauan, bila dalam rangka upacara peringatan hari besar nasional, atau dalam acara perlombaan, atau juga dalam kegiatan wisata maupun kegiatan yang lain secara bersamaan dengan berbagai sekolah di segala jenjang pendidikan. Dengan pakaian seragam, memudahkan bagi guru dalam memantau anak didiknya.
9. Sebagai kendali. Dengan berpakaian baju seragam sekolah, secara otomatis anak-anak merasa bukan anak liar, yang sangat bebas bertindak dan melakukan pelanggaran asusila maupun kegiatan yang dilarang oleh peraturan sekolah.
10. Ada perbedaan antara baju seragam sekolah dengan pakaian di rumah, atau pakaian kegiatan di luar rumah. Masing-masing pakaian dipakai sesuai dengan fungsi, situasi dan kondisinya.

Memberatkan : Bagaimana jika baju seragam sekolah dihapus? Besar kemungkinan muncul persoalan baru bagi sekolah dan juga orang tua siswa. Bagi sekolah, dengan adanya peraturan pemakaian seragam, siswa dididik untuk selalu tertib. Bila benar-benar seragam sekolah dihapus, tentunya sekolah harus pula merombak peraturannya, utamanya tata tertib dalam berpakaian.

Bagaimana dengan orang tua siswa? Bagi orang tua, khususnya yang tidak atau kurang mampu, akan menjadi masalah besar, karena harus menyediakan pakaian baru yang layak untuk sekolah anak-anaknya. Ya, kalau kebetulan anaknya satu atau dua, kemungkinan tidak begitu terasa berat. Lalu bagaimana dengan yang anaknya banyak dan semuanya masih bersekolah? Bukankah mereka harus menyediakan pakaian baru layak pakai sekolah untuk anak-anaknya, yang setiap anak tentunya tidak hanya satu setel pakaian. Harga pakaian layak sekolah di saat sekarang sungguh dapat dikatakan mahal. Bukankah orang tua harus menambah beban pengeluaran baru yang tidak sedikit jumlahnya? Belum lagi bila si anak memilih sendiri pakaian yang sesuai dengan seleranya.

Di sisi lain, orang tua menghendaki sekolah murah, yang juga merupakan program pemerintah. Bolehlah pemerintah (dalam hal ini Mendiknas) mengeluarkan kebijakan penghapusan seragam sekolah, namun hendaknya diimbangi dengan subsidi pembelian pakaian layak sekolah, khususnya untuk anak-anak tidak mampu. Mungkinkah pemerintah siap?

Bila itu tidak mungkin, maka akan berdampak besar bagi sekolah dan orang tua siswa yang tidak mampu.
Rencana penghapusan seragam sekolah harus benar-benar dikaji ulang. Penghapusan seragam sekolah jangan sampai berdampak pada kesenjangan antara anak-anak yang mampu dengan anak-anak yang tidak mampu. Kesenjangan akan berdampak pada faktor spsikologis anak, dan dikhawatirkan menjadi hambatan bagi proses belajar mereka.

Keuntungan Bila Tanpa Baju Seragam Sekolah :

1. hemat, sehingga terjangkau oleh rakyat miskin

2. tidak membebani psikologi siswa pada hal yang tidak berkaitan langsung dengan pendidikan. Mereka perlu fokus kepada pelajaran, tidak perlu dialihkan kepada hal lain yang tidak penting.


3. keterbukaan. Siswa dapat tampil apa adanya, sesuai dengan karakter dan kesukaan mereka. Guru dapat melihat bagaimana masing-masing gaya siswa yang sebenarnya sehingga dapat memberikan penilaian tentang hal itu. Misalnya bila siswa suka mengenakan baju yang terlalu mencolok, guru bisa mendekati dan menyarankan sesuatu untuk kebaikan siswa.
4. keindahan. Siswa dapat tampil serapi atau semenarik mungkin (dalam batas kesopanan). Ini adalah hal alamiah yang dimiliki oleh seorang anak muda.

5. memunculkan toleransi. Siswa dapat tampil sesuai dengan kebiasaan/ budaya keluarganya, sehingga semua siswa akan dapat melihat kenyataan bahwa masing-masing itu berbeda, dan mereka akan berlatih untuk menghargai perbedaan. Bila ada siswa yang kurang mampu, maka tentu akan dapat dikenali, disini siswa yang lain dapat segera memberikan respon positif misalnya berupa bantuan.
6. menciptakan obyektivitas. Ketika berbaur dengan banyak siswa yang lain, seorang tidak akan dapat dibedakan mana yang senior dan junior. Maka yang dihargai bukan lagi penampilannya, melainkan kualitas pribadinya.

Kesimpulan - Menimbang baik dan buruknya pemberlakuan seragam di sekolah, maka saya berpendapat:

Jika sekolah mengadakan seragam, hendaknya memperhatikan kondisi ekonomi siswanya. Misalnya dengan membantu siswa yang kurang mampu.
Seragam atau tidak, ukuran kesopanan dan kerapian hendaknya diukur dari standar Islam. Bila tidak akan terjadi perbedaan yang mencolok dan tidak perlu. Misalnya, betapa kapitalistiknya aturan "dilarang memakai sandal di kampus" lantaran dianggap tidak sopan (?) sementara yang berbaju ketat dan "kekong" (kethok bokong -maaf) dibiarkan berlalu lalang.

Jika ditanya, apakah dalam sekolah saya kelak akan menerapkan pemberlakuan seragam? saya akan jawab "hanya satu jenis seragam saja" untuk keperluan seremonial, karnaval, atau mengirim perwakilan sekolah, sementara untuk hari-hari kebanyakan siswa dibiarkan memilih baju kesukaannya untuk berangkat ke sekolah.
Nah, sekarang giliran anda mengkritisi...

Jadi menurut Anda penting atau tidak baju seragam sekolah?